Apakah data-data Biometric Systems betul-betul terlindungi?

  • Home / Apakah data-data Biometric Systems betul-betul terlindungi?

Apakah data-data Biometric Systems betul-betul terlindungi?

Apakah data-data Biometric Systems betul-betul terlindungi?

Biometrik merupakan sebuah karakter atau ciri-ciri dari fisik maupun psikis seseorang yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang secara digital yang disalurkan ke sistem, data, maupun perangkat-perangkat lainnya. Menurut survey yang dilakukan oleh Ping Identify, 92 persen berpendapat bahwa sistem biometrik terbukti efektif dalam mengamankan data-data identitas, dan 86 persen mengatakan bahwa menyimpan data di cloud terbukti efektif.
Yang perlu diperhatikan adalah perusahaan perlu berhati-hati tentang bagaimana mereka menyediakan sistem autentifikasi biometrik untuk mencegah pelanggaran privasi karyawan atau customer.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, identifikasi biometrik memiliki dua kategori yaitu identifikasi fisikal dan identifikasi psikis/sifat-sifat.

Untuk identifikasi fisik, seperti fingerprints scanner, foto dan video, deteksi wzajah, suara, tanda tangan, DNA. Sementara identifikasi psikis merupakan pendekatan baru yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode lainnya karena uji coba teknologi yang masih rendah, seperti pola tulisan, gerakan-gerakan fisik, navigasi, maupun pola-pola hubungan.

Lalu seberapa dapat dipercayakah sistem biometrik ini?

Penggunaan biometrik memiliki banyak keunggulan. Salah satu yang paling berpengaruh adalah tingkat akurasi dan keamanan yang dapat dijamin dibandingkan dengan password, dokumen, simbol yang dapat dilupakan, diganti, dicuri maupun ditiru. Contoh kasusnya seperti fingerprint. Menurut kalkulasi yang dibuat oleh Sir Francis Galton, kemungkinan kita menemukan fingerprint yang sama maupun serupa dengan kita sendiri hanya1 dari 64 milyar (homozygotes).

Hal ini tentu berpengaruh juga pada waktu keamanan dalam jangka panjang atau bersifat permanen karena tidak dapat diganti-ganti. Penggunaan biometrik menjadi sulit dipalsukan namun tetap bersifat universal sebagaimana sistem biometrik telah banyak dipergunakan diseluruh dunia.

Pada 14 Desember 1990, “United Nations Resolution” telah mengatur regulasi dokumen maupun data-data komputerisasi. Begitupun dengan Uni Eropa yang mengganti hukum-hukum nasional yang telah ada dengan General Data Protection Regulation pada May 2018.
Jadi, apakah data biometrik betul-betul terlindungi?

Jawabannya Ya.

1. Selain dari data tersebut tidak mudah terlupakan,
2. Sudah diatur dengan regulasi-regulasi yang ada
3. Jelas dan mendapatkan persetujuan
4. Penalti bagi perusahaan yang melanggar hal tersebut.

Untuk saat ini, sistem biometrik sudah digunakan dalam banyak hal, antara lain :
1. Keamanan dalam hukum, seperti data-data kriminal dan forensik,
2. Keamanan militer
3. Kontrol migrasi dan perjalanan
4. Subsidi, Kesehatan, mapupun kartu identitas
5. Access Control di perkantoran, bank, mall, gedung
6. Komersial

Mengikuti pandemi covid-19 ini, sistem keamanan biometrik menjadi lebih berkembang dan banyak digunakan. Alasan contact-less dan paperless menjadi poin-poin yang paling banyak dipilih oleh perusahaan-perusahaan.

Referensi :

CSO ASEAN Online
Thales Group
IFSEC Global

Leave Comments